Pajak-pajak dalam Jual Beli Properti

January 2, 2009

Dalam dunia bisnis apapun, kita tidak akan lepas dari dunia perpajakan. Dan dalam setiap transaksi jual beli properti tentunya akan mengandung kewajiban pembayaran pajak. Pajak-pajak tersebut akan dikenakan kepada pembeli maupun penjual.

Berikut adalah pajak-pajak yang biasa dikenakan dalam transaksi jual beli properti.

BPHTB (Bea Peralihan Hak Atas Tanah dan Bangunan)
BPHTB akan dikenakan kepada Pembeli dan dibayarkan ketika terjadi peralihan hak atau penandatanganan Akta Jual Beli di Notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Pembayaran dapat dilakukan di Bank yang ditunjuk sebagai tempat pembayaran pajak dan dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat.

Cara menghitung BPHTB adalah sebagai berikut :

BPHTB = (Harga Jual – Faktor Tidak Kena Pajak*) x 5%
)* Faktor Tidak Kena Pajak di setiap daerah berbeda.

Pph Final (Pajak Penghasilan Bersifat Final)
Pph Final akan dikenakan kepada Penjual apabila Penjual adalah perseorangan atau Sertifikat Hak Milik (SHM). Untuk Penjual adalah Perusahaan atau Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), maka tidak dikenakan Pph Final. Pph Final hanya akan dikenakan apabila nilai transaksi jual beli lebih dari Rp. 59.999.999,99 (lima puluh juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan koma sembilan puluh sembilan rupiah).

Sama dengan BPHTB, Pph Final dibayarkan ketika terjadi peralihan hak atau penandatanganan Akta Jual Beli di Notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Pembayaran dapat dilakukan di Bank yang ditunjuk sebagai tempat pembayaran pajak dan dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat.

Cara menghitung Pph Final adalah sebagai berikut :

Pph Final = Harga Jual x 5%

PPN (Pajak Pertambahan Nilai)
PPN akan dikenakan kepada Pembeli, dipungut oleh Penjual dengan catatan Penjual adalah Pengusaha Kena Pajak (PKP) dan atau penghasilan dari penjualan properti melebihi Rp. 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah) per tahun. PPN dipungut pada saat penerimaan uang muka maupun pelunasan dan dibayarkan selambatnya tanggal 15 bulan berikutnya.

Cara menghitung PPN adalah sebagai berikut :

Apabila harga jual TIDAK TERMASUK PPN
PPN = Harga Jual x 10%

Atau

Apabila harga jual TERMASUK PPN
PPN = (Harga Jual : Dasar Pengenaan Pajak*) x 10%
)* Dasar Pengenaan Pajak adalah faktor pembagi harga jual sebesar 1,1 atau 110%

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak). NJOP dapat dilihat pada lembar PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). Apabila NJOP lebih besar dari nilai transaksi maka dasar perhitungan pajak menggunakan NJOP begitu pula sebaliknya.

Nah, untuk berbagi dengan Anda semuanya, saya siapkan spreadsheet untuk perhitungan pajak dalam format excel 2003 (nama file : Perhitungan Pajak.xls). Caranya hanya dengan mendaftarkan diri ke feedburner sebagai reader (klik di sini) atau mendaftarkan diri di Milist, Yuk, Bisnis Properti, Yuk! (klik di sini). JANGAN LUPA isi komentar dan atau masukan untuk perbaikan atas posting tulisan ini. Maka saya kirimkan file tersebut selambatnya 3 x 24 jam ke email Anda.

Bagi Anda yang sudah terdaftar sebagai reader sebelumnya, file sudah dapat Anda nikmati sekarang. Bagi Anda yang sudah terdaftar dalam Milist, file dapat Anda download di Milist (klik di sini) atau silahkan isi komentar dan atau masukan untuk perbaikan. Maka saya kirimkan file tersebut selambatnya 3 x 24 jam ke email Anda.

Well, ok, selamat menjual dan selamat membeli!

Tags: , , , ,

25 Responses to “Pajak-pajak dalam Jual Beli Properti”

  1. ali Says:

    orang bijak taat bayar pajak

    @ ali
    ya….
    smartsproperty-nya kok gak ada ya pak ?

  2. pangaloan Says:

    terimkasih infonya, sangat bermannfaat. http://marketvaluer.blogspot.com/

    @ pangaloan
    sama-sama mas

  3. ifa Says:

    pajak jual beli properti nggak semudah beli motor

    @ ifa
    betul…

  4. adi prop Says:

    Mas, bisa tolong passwordnya

    salam
    Adi Prop.

    @ adi
    maaf ya… boss

  5. Susanto Says:

    Pak, mau tanya…
    itu untuk pajak penjual
    yang dikalikan 5% harga jual atau NJOP (yang tertera di PBB)… soalnya bisa beda lumayan…

    terimakasih banyak.

    @ susanto
    bisa saja mas..
    tapi kl dikejar kantor pajak, saya ndak tanggung jawab ya…

  6. Andrew ok!! Says:

    ThankXX.,
    msh 17th,.tp

    pngn mulai belajar bisnis property.,

    tLg kasih masukan yacj!!!

    thnXX

    @ andrew
    mumpung masih muda… belajar terusssss
    meskipun sudah tua, juga mesti terus belajar

  7. Adrian Says:

    Mau tanya… apakah benar jika penjual adalah PT (BUT) dan surat tanah nya SHGB…tidak ada PPh ??

    @ Adrian
    sejauh pembalajaran saya, PPh Final tidak dikenakan pada surat tanah HGB.
    mohon maaf kalau saya salah.
    tapi bicara PT, pasti ada Pph. misal pasal 21, 23, 25 dll…

  8. Ronald Says:

    wah saya baru tau tuh mas kalo hgb Pphnya ga final…
    tapi kalau tidak hgb, tidak bisa dipecah sertifikatnya..
    pinter juga orang pajak n BPN yah..

    @ ronald
    tergantung birokrat pertanahan daerah masing2 bos…
    SHM juga bisa pecah kok…

  9. denwidyan Says:

    Mas, yang termasuk faktor tidak kena pajak itu apa saja ya kalau lokasi property di Sleman? Thanks!

    @ denwidyan
    ada sejumlah nilai tak kena pajak dalam BPTHB. tiap daerah berbeda.
    kl tidak salah di Sleman sebesar 20jt sebagai faktor pengurang pajak.

  10. Adi M Says:

    Habis dong keuntungan cuma bayar pajak.
    Sudah Bayar PPn bayar PPh

    @ Adi M
    diperhitungkan dari awal untuk tetap mendapat keuntungan…

  11. valiyandono Says:

    Nilai tidak kena pajak di Sleman 15 juta, mas.Eh…ini kalo rumaha atau tanah biasa, atau kalo untuk perumahan beda? Piye,mas?

    @ valiyandono
    sama aja mas…

  12. eko Says:

    Mas, kalau untuk proses balik nama itu perlu waktu berapa lama dari penandatanganan akte jual beli.
    Terima kasih

    @ eko
    kl ditanyakan ke BPN, biasanya dijawab 2 bulan

  13. adi Says:

    duh bermanfaat bgt ilmunya, thanks

  14. nina Says:

    Saya butuh informasi Lowongan Pekerjaan, Bisnis, Dan Info Terlengkap Dan Terbaru

    salam
    Lowongan Kerja Dan Bisnis

  15. donny Says:

    mas thanks atas infonya boleh dikirim filenya ?

    file bisa didownload dengan bergabung di milis Yuk, Bisnis Properti… Lihat linknyadi halaman ini…
    Thanks…

  16. Maruli Says:

    Saya pernah liat brosur perumahan yang tidak mencantumkan keterangan ttg PPN… Apakah jadinya otomatis si konsumen harus membayar lebih untuk PPN..??? Atau biasanya harga jual sudah termasuk PPN…???

    Makasih mas… Oiya… Minta file-nya ya mas… thx…

    Mulai sekarang, file bisa didownload dengan bergabung di milis Yuk, Bisnis Properti… Lihat linknyadi halaman ini…
    Thanks…

  17. sigit Says:

    Terimakasih Mas Aryo, ilmunya sangat bermanfaat terutama buat sy , yg lagi mulai bisnis propery, jadi harus banyak belajar dari mas aryo nih.
    Terus menulis ya mass..

    siyap

  18. bayuseta Says:

    saya mau tanya mas aryo sdh kah pernah mengurus surat tanah yang bersertifikat “letter D” krena kita ketahui surat tanah yang masih berleter D belum dapat kita dirikan bangunan,..yang saya mau tanya berdasarkan pengalaman mungkin dari mas aryo pribadi,..dalam pengurusan surat tanah ke sertifikat hak milik adakah beban pajak yang akan dikenakan..klo ada itu apa saja thx..bayu seta

    mungkin bukan beban pajak, tapi beban-beban lain termasuk beban yang siluman. hehehe

  19. bayuseta Says:

    bayu s eta….>bayu_seta_yudha@yahoo.com

  20. mukhlis Says:

    mas aku minta yang buat perhitungan pajaknya juga ya
    trims

    Mulai sekarang, file bisa didownload dengan bergabung di milis Yuk, Bisnis Properti… Lihat linknyadi halaman ini…
    Thanks…

  21. hadiwibowo Says:

    mas file apa yg bisa di dl itu ? maap belum ngeh

    file2 tentang bisnis properti…

  22. Didi Says:

    Mas Aryo,

    Mau nanya nih ..
    Klo beli rumah second, kena PPN apa ga ya?

    Makasih

    sepengalaman saya sih tidak kena.
    baiknya konsul ke notaris
    atau orang pajak aja

  23. Agung Says:

    Mas Aryo, bagaimana dengan Pajak Barang Mewah & PBB? Kapan kenanya & perhitungannya?
    Terimakasih.

    wah ini dia…. aturan pajak saya kurang uptodate…
    perihal barang mewah, untuk rumah diatas harga 350 juta dikenai PPN 20%

    untuk PBB dibayarkan tiap tahun. tunggu sampai nilai PBB baru muncul.

  24. bgaong Says:

    ini lah yg namanya pas-pas an, pas lagi butuh informasi, pas nemu artikel2 yang pas dengan kebutuhan… hehehehe. Mantap ! artikelnya very helpful nih buat ngukur2 budget yg mesti disiapin buat mbayar pajak yg mesti disiapin buat nubruk the dream house. thanks, Mas. Jangan lupa kirimin saya formula perhitungan pajak nya ya. CMIIW, bukannya skrg perhitungan pajak mengacu ke harga jual rumah dan bukan lg NJOP, Mas ? Thanks lagi lho, bantuannya…

    iya… sekarang sudah mengacu ke harga rumah…
    ada diskon sih…. sedikit…. hehehe

  25. bgaong Says:

    wah…ternyata perhitungan pajak bisa langsung ngedownload, Thanks ya Mas

    sama2 mas bgaong


Leave a Reply